KETIKA BANJIR MELANDA
Penulis oleh: Oka Otniel Silak
Saya tinggal di Sentani Papua, sebuah kabupaten dari Provinsi Papua yang terkenal dengan Jayapura daerah yang panas karena bagian rawa, sering kami bilang bagian pesisir pantai. Namun, bencana alam yang terburuk yang pernah dialami oleh masyarakat Kabupaten Jayapura atau Sentani di sebabkan oleh Curahujan di malam hari. Tepat pada tanggal 16 Maret 2018, dan korban yang tewas saat itu 200an jiwa lebih belum termasuk ternak dan rumah-rumah mereka. Setelah bencana tersebut di lakukan penyelidikan di daerah tersebut, terutama yang berkaitan dengan korban nyawa, bangunan, dan korban ternak, serta aset pemerintahan berupa pondasi jalan dst. Dan telah dipastikan bahwa kerusakan disebabkan oleh curah hujan di malam, mengakibatkan longsor dasyat sehingga terjadi banjir Bandang saat itu.
Dalam hidup kita, masalahnya bukanlah apabila tetapi ketika banjir datang. Terkadang kita memang mendapat peringatan akan datangnya bencana, tetapi lebih sering tidak. Yesus menekankan pentingnya memiliki pondasi yang kuat untuk menghadapi saat-saat seperti itu__fondasi yang membangun hanya mendengar dari mendengar perkataan-Nya tetapi juga melakukannya, (Lukas 6:47). Penerapan itu bagaikan penuang beton ke dalam hidup kita. Ketika banjir datang melanda, dan banjir pasti datang, kita dapat bertahan menghadapinya karena kita "kokoh dibangun" (ayat 48). Namun, tanpa menerapkan perkataan TUHAN, hidup kita menjadi rapuh dan terancam hancur, (ayat 49). Itulah bedahnya orang yang berhikmat dan yang bodoh.
Ada baiknya kita sesekali berhenti sejenak dan menyelidiki fondasi hidup kita. Yesus akan menolong kita memperkuat titik lemah dalam diri supaya kita tetap berdiri tegak dengan kekuatan-Nya ketika banjir besar datang.
»Apa saja titik lemah dlm diri anda yang perlu mendapat perhatian khusus ? Apa yang anda lakukan untuk mengatasinya ?
Tuhan Yesus, aku tdk mau hanya menjadi pendengar, tapi juga pelaku firman Tuhan. Bukalah mataku agar dpt melihat titik-titik lemah dalam fondasiku yang membutuhkan perhatian. Terima kasih karena Engkau berjanji untuk mendampingiku ketika banjir datang melanda dalam hidupku.
TUHAN Yesus memberkati, pembaca yang setia.
Oleh : Oka Silimo Silak
| Contoh: Foto Sungai Mabramo |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar