SIAPA YESUS ?
Yesus mati. Dia bangkit dari kematian. Dunia pun berubah selamanya. Namun, mengapa Yesus mati, dan apa makna kebangkitan-Nya? Apa yang berubah dari dunia ini? Bagimana kematian dan kebangkitan-Nya mempengaruhi hidup kita saat ini?
Kematiaan seseorang baru memiliki arti penting bagi kita apa bila pribadi tersebut adalah seorang yang kita kenal atau tahu. Arti penting kematian Abraham Lincoln baru terasa ketika kita memahami siapa Lincoln, dan hal yang sama juga berlaku untuk Bunda Teresa serta tokoh –tokoh bersejarah lainnya. Tidak hanya kehidupan mereka yang mengubah dunia, tetapi juga kematian mereka.
Jika dilihat semata – mata dari sudut pandang sejarah umat manusia, tidak ada tokoh yang hidupnya begitu mengubah dunia seperti Yesus. Biografi tentang Dia lebih banya ditulis dari pada biografi tokoh-tokoh lain (Lincoln di peringkat ke dua). Bahkan, empat biografia pertama tentang Yesus (Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes dalam perjanjian baru) merupakan salah satu alasan penting mengapa Alkitab menjadi buku terlaris sepanjang masa.
Tidak ada pengajaran yang memberi dampak lebih besar dari budaya, politik, moralitas, keadilan, filsafat, dan karakter manusia dari pada pengajaran Yesus Kristus. Pengajaran moral-Nya – seperti aturan emas, (Matius 7:12) dan pentingnya belas kasihan serta pengampunan – menjadi pedoman bagi milyaran orang di dunia. Yesus bahkan masih menetapkan standar yang tidak sanggup di capai oleh manusia modern masa kini, seperti: bagimana kita bisa mengasihi musuh kita? Apakah kita harus berdoa bagi pihak – pihak yang menganiaya kita? (Sumber: Our Daily Bread Ministries)
Selain itu, bagimana kita dapat memahami perkataan Yesus tentang diri-Nya sendiri? Dia datang untuk menyingkapkan sosok Allah bagi kita. Dialah Allah Anak yang telah ada sejak permulaan zaman. Oleh Dialah, Allah Bapa menciptakan dan merancang seluruh alam semesta, termasuk umat manusia. Demi merekalah Yesus snediri kemudian mengambil rupah sebagai manusia. Jika kita mempercayai semua pernyataan tersebut, maka tidak pelak lagi, Yesus Kristus adalah pribadi yang paling berarti yang perna ada di muka bumi ini.
Ketika menyadiri bahwa pribadi yang oleh-Nya manusia di citakan itu mati sebagai manusia, kita pun mulai melihat keagungan peristiwa tersebut. Bahkan, ketika kita memahami siapa Yesus, kita tidak akan terkejut mengetahui Dia akan bangkit dari kematian. Namun, luar biasanya, Dia benar – benar mati bagi kita yang berdosa ini! Bagimana mungkin sang pencipta di bunuh oleh ciptaan-Nya sendiri?
Kasihlah jawabannya. Pemberian dalam rupa Anak Allah yang kekal merupakan puncak pernyataan Kasih-Nya. Yesus memilih untuk mengambil rupa manusia dan menyerahkan nyawaNya supaya kita yang berdosa, memberontak, dan angkuh, dapat diperdamaikan dalam hubungan Kasih dengan Bapa kita di sorga – Sang pencipta dan Hakim kita. Yesus datang untuk mati supaya kita beroleh hidup. Kematian-Nya member kita hidup karena Dia Allah. dia datang kepada kita. Dan menjadi sama seperti kita supaya dapat membawa kita pulang bersama-Nya.
Yesus Datang Untuk Mati Supaya Kita Beroleh Hidup. Kematian-Nya Memberi
Kita Hidup Karena Dia Allah.
Jika kematian Kristus hanya dapat dihargai dengan memahami siapa diri-Nya, demikian pula dengan kebangkita-Nya dari kematian. Lazarus dibangkitkan dari kematiannya (oleh Yesus), tetapi kebangkitannya tidak mengubah nasib umat manusia. Namun. Ketika Yesus dibangkitkan, Dia menahklukan musuh terbesar manusia – yaitu kematian itu sendiri. Dia bangkit maklukan kematian dan maut tidak lagi berkuasa atas Dia.
Yesus berjanji, suatu hari nanti Dia akan memanggil keluar dari kubur dan kita akan benar – benar hidup kembali. Tubuh kita akan dibangkitkan seperti tubuh-Nya. Maut tidak akan lagi mempunyai kuasa atas kita. Maut akan mati. Pribadi terbesar mengalami kematian terkeji supaya pada akhirnya kita akan menikmati kekekalan hidup bersama-Nya. Pada paskah kali ini, carilah Yesus, yang terlebih dahulu datang untuk mencari kita.

