Powered By Blogger

Minggu, 18 April 2021

ANALOGI KEBUDAYAAN SEBAGAI KONSEP PENDEKATAN PEMBERITAAN INJIL DI NUEVA GUINEA

 

LUIS KOBAK


Foto Ilustrasi: Suku Dani 1962 di Maki

ANALOGI KEBUDAYAAN SEBAGAI KONSEP PENDEKATAN PEMBERITAAN INJIL DI NUEVA GUINEA


Oleh : Louis Kobak. Pria asal suku Yali Ninia, Yahukimo.


Orang inggris yang kurus berusia sekitar tujuh puluh satu tahun, memegangi mimbar dengan tangannya yang besar yang tinggal tulang terbungkus kulit. Dengan pandangan yang tajam ia memperhatikan tujuh ratus mahasiswa yang sedang menanti dengan senyap. Rambutnya yang putih di sisir lurus ke belakang. Kacamatanya merosot sampai di tengah batang hidungnya. Dari bawa alisnya yang lebat, matanya kelabu bercahaya memancarkan semangat orang muda.


Ada sesuatu pada dirinya yang seakan-akan memukau hadirin yang duduk berkumpul di hadapannya dalam bangsal yang besar itu. Tiga patah kata keluar dari bibir orang tua itu dengan suaranya yang dalam, di ucapkan dengan penuh kewibawaan dan kebulatan hati:

  " Netherlands New Guinea... ''

 Dengan tiga patah kata itu, Ebenezer G. Vine, sekretaris Regions Beyond Mission Union, suatu persekutuan utusan injil internasional di Philadelphia  - memulai pokok pembicaraannya.

Hal itu terjadi pada tahun 1955. Para pendengarnya ialah mahasiswa-mahasiswa Praire Bible Institute suatu kampus yang luas di dataran rendah Alberta, Canada, yang dingin, berbatasan dengan sebuah kota kecil Three Hills. Di belakang orang tua itu duduk L. E Maxwel dengan tubuh condong ke muka. Ia adalah direktur yang terpandang dari sekolah bagi utusan injil dan masyarakat kristen yang sebagian berswa sembada itu. Dengan rambut yang juga sudah putih, rahang menonjol dan wajah yang tegas, ia melambangkan kebulatan tekad sekolah itu.


Bapak vine melanjutkannya terus dengan perbincangan dengan khas semboyan kampus tersebut yaitu mendidik tentara yang berdisiplin bagi kristus. Bapak Vine terus menyerukan agar para siswa lulusan tersebut menjadi pelopor pelopor kristen yang siap sedia memancangkan panji injil di antara suku suku terasing yang belum beradap dan primitif di pedalaman irian barat. Ia mengetahui bahwa yang di butuhkan pertama tama bukanlah kesarjanaan dan pendidikan, walaupun keduanya juga termasuk. 


Iman yang teguh, penyangkalan diri, dan persekutuan yang erat dengan Allah merupakan syarat syarat utama yang harus di miliki dan memang inilah yang akan menjadi bekalmu yang berpusatkan  pada alkitab.


Sejak semula saat universitas tersebut didirikan para siswanya hanya  delapan orang sejak tahun 1922 di suatu tempat peternakan. Praire telah berkembang menjadi satu lembaga yang terkenal di kanada karena lembaga ini mengutamakan penginjilan ke luar negeri, maka sudah lebih dari seribu seratus dari tiga ribu mahasiswa lulusannya telah melayani sebagai utusan injil luar negeri. Sedangkan ratusan lainnya melayani secara aktif sebagai Gembala dan pekerja kristen di negara masing masing. Atas dasar ini, bapak Vine mengetahui bahwa kira kira 35% dari pada mahasiswa yang di hadapinya itu akan menjadi utusan injil ke luar negeri di bawah pengawasan berbagai pengawasan utusan injil. Dengan ketekadan hati yang merasa sangat terbeban atas keadaan irian barat serta penduduknya, ia melukiskan  kebuasan mereka, dan mengemukahkan bahwa suku suku yang Belum mengenal Kristus itu sangat membutuhkan mereka.


"Netherlands New Guinea"Katanya selanjutnya, ialah bagian Barat dari suatu pulau yang panjangnya 1.400 Mil,  terbentang di ujung samudera pasifik di sebelah Utara Australia. Wilayah ini terletak di daerah panas terik, di sebelah selatan katulistiwa, namun di tengah tengah daerah perairan seluas 110.000 mil persegi.

Di beberapa daerah kalian akan melihat daerah pegunungan berwarna kelabu yang bersalju pada ketinggian lebih Dari 4.500 meter. Di daerah daerah lain kalian akan melihat dataran rendah berbau tak sedap dan tidak sehat, dimana hujan lebat dan panas terik yang bergantian menimbulkan kelembaban yang menekan dan membuat tubuh lesu.


"Kalian mungkin akan terpanggil untuk menjadi perintis pertama ke tengah tengah suku itu yang belum pernah di kendalikan oleh pemerintah dalam bentuk apapun, dimana Penduduknya menjadi hakim sendiri dan kebiadaban menjadi pedoman hidup. Kalian Harus belajar menyampaikan berita dan mengutarakan dengan cara yang dapat di mengerti oleh mereka, melalui bahasa yang belum pernah di pelajari oleh siapapun di luar mereka. Tidak akan ada kamus, tata bahasa atau buku pelajaran bahasa untuk menolong kalian, kalian harus membuatnya sendiri.


"Kalian akan menghadapai adat kebiasaan dan kepercayaan kepercayaan yang mengejutkan kalian, tetapi yang harus di pahami jika kalian ingin berhasil. Kalian akan berusaha mengobati penyakit penyakit tropis yang menjijikan, dan mengahadapi kemungkinan di persalahkan atas kematian pasien jika kalian gagal! Kalian harus bersedia mengalami kesepian, kejemuan, dan frustasi dengan hati yang Tabah. Yang terpenting ialah kalian harus siap untuk berjuang, dengan kekuatan Tuhan, melawan pangeran kegelapan yang telah menguasai ratusan suku itu selama ribuan tahun. Karena pangeran kegelapan itu tidak akan melepaskan mereka tanpa perlawanan. 

Orang Tua itu berhenti sejenak, dan kesucian meliputi ruangan beratap lengkung itu. 

Dia juga bercerita tentang Seorang tentara marinir America bernama Paul gesswin yang bersedia jadi misionaris dan beberapa temannya seperti Bil Mallon Dan teman-temannya yang meninggalkan Lambang pangkatnya dan mendirikan sebuah pangkalan injil di tengah suku kanibal sana.


"Kini jalan ke pedalaman telah terbuka! MAF dari California telah menyediahkan pesawat terbang bermesin tunggal untuk menerbangkan orang dan barang untuk lembaga Kami dan Lembaga utusan injil lainnya kepangkalan utama yang di sebut bokondini jauh di dataran tinggi di pedalaman. Paul Gesswin dan sukarelawan kita yang lain telah menolong membangun bokondini. Dan sekarang mereka sedang mempersiapkan suatu pengembangan melalui gunung gunung kepada suatu masyarakat yang di sebut orang dari lembah hitam.



Cerita dan kisah diatas merupakan satu satu Cara yang di lakukan kristus melalui universitas Kristen yang ada di kota Tree Hill Kanada. Dan para murid yang ada di dalamnya adalah utusan injil( Misonaris) yang siap merintis Papua waktu itu.  Seperti Don Richardson di tengah suku sawi Dan kayagar. Phillip Master yang menemui ajalnya di lembah seng bersama Stand Dale dan masih banyak lagi para utusan injil yang merintis suku suku di pedalaman netherlands new guinea. 


Kasih pengabdian dan ketulusan mereka adalah pembuktiaan iman  yang sejati dalam proses pemberitaan kabar baik injil dengan pendekatan analogi kebudayaan masyarakat setempat.  Roh dan Dedikasi yang telah di proklamirkan oleh utusan injil itu menjadi satu kemajuan yang hakiki bagi orang kristen di Papua tetapi juga di suku yali dan suku sawi kayagar.


Tuhan memberkati semua para pembaca yang terkasih dan mulia. 

Biarkan injil yang menggerakan hatimu untuk membaca tulisan Singkat ini. Dan juga merasa tergerak untuk memberitakan injil"Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:19-20). 


Kisah pengabdian para Misi Tuhan di Tanah NUEVA GUINEA yang di rangkum Tuhan memberkati

Louis Kobak


Port Numbay, 19 April 2021

Tidak ada komentar:

Jenis2 Anjing di Rumah Penjajah:

  Jenis2 Anjing di Rumah Penjajah:  Anjing pertama yang dilatih adalah anjing rumah (Lap Dog). Ia belajar duduk manis di lantai licin, menji...