Powered By Blogger

Jumat, 10 Mei 2024

PEMINDAHAN MAKAM THEYS DORTIUS HIYO ELUAY TAMPARAN KERAS OLEH NEGARA TERHADAP HATI RAKYAT BANGSA PAPUA

 PEMINDAHAN MAKAM THEYS DORTIUS HIYO ELUAY TAMPARAN KERAS OLEH NEGARA TERHADAP HATI RAKYAT BANGSA PAPUA. 

Agamua, 9 Mei 2024 

Oleh: Besi Humirat Suhun


Activists Ham Indifenden Papua


I. PENDAHULU AN

Tokoh terkemuka rakyat Bangsa Papua Dortheys Hiyo Eluay lahir 3 November 1937 Eluay dididik di sekolah dasar lanjutan (Jongensvervolgschool) di Yoka, pada masa kolonial Belanda. Dia mempelajari meteorologi dan lalu bekerja sebagai asisten ahli meteorologi di Badan Metereologi dan Geofisika Pemerintah Hindia Belanda. Keluarganya merupakan kepala adat (ondoafi) di Kampung Sereh. Eluay sendiri kemudian menjadi ondoafi berkat pendidikannya yang lumayan tinggi.

Pada tahun 1962, Indonesia mengambil alih wilayah Papua dari Belanda. Theys membantu TNI dan polisi Indonesia untuk menemukan orang Papua yang anti-Indonesia. Hal ini menyebabkan banyaknya korban jiwa di daerah Sentani. Pada tahun 1969, Theys adalah salah satu dari sedikit orang Papua yang dipilih untuk ambil bagian dalam "one man one vote" atau satu orang satu suara yang disulap oleh Indonesia menjadi PEPERA ("Penentuan Pendapat Rakyat") yang diawasi oleh PBB, yang akhirnya dengan todongan moncong senjata Papua di anegsasi ke dalam bingkai negara kolonial Rebuplik Indonesia.

Pada tahun 1971 Theys anggota DPRD Provinsi Irian Jaya dari Partai Kristen Indonesia (Parkindo) hingga Theys pindah ke partai Golkar pada tahun 1977. Ia menjadi anggota DPRD I Irian Jaya hingga dalam pemilihan kedua dia tidak mendapatkan suara. Kemudian setelah mempelajari Indonesia mempermainkan rakyat Bangsa Papua dengan berbagai kekuatan militer nmengintimidasi masyarakat Papua Theys berdiri berani dan memilih melawan Indonesia dengan suara yang lantang,. Tahun 1992 mendirikan Lembaga Musyawarah Adat (LMA) yang menjatuhkan 250 suku Papua. Dortheys Eluay terpilih dan dinobatkan sebagai Pemimpin Besar. Ia menobatkan diri Pemimpin besar Dewan Pembebasan rakyat Bangsa Papua. 

Pada 1 Desember 1999, Theys mencetuskan dekrit Papua Merdeka serta mengibarkan bendera Bintang Kejora. Lalu pada Mei-Juni 2000, ia mengadakan Kongres Nasional II Rakyat Papua Barat, yang lalu dikenal sebagai Kongres Rakyat Papua, Jayapura. Dalam kongres itu, Theys terpilih sebagai Ketua PDP.

Pada 1 Desember 1999, Theys mencetuskan dekrit Pembebasan Rakyat Bangsa Papua serta mengibarkan bendera kebanggaan Bangsa Bintang Pagi atau Bintang Kejora. Lalu pada Mei-Juni 2000, ia mengadakan Kongres Nasional II Rakyat Papua Barat, yang lalu dikenal sebagai Kongres Rakyat Papua, Jayapura. Dalam kongres itu, Theys terpilih sebagai Ketua PDP.

Konon ada beberapa faksi dalam Tentara Nasional Indonesia yang kurang suka akan adanya PDP ini sebab mereka takut bahwa hal ini akan menuju lepasnya Papua dari pangkuan Ibu Partiwi. Lalu di bawah pemerintahan Megawati Soekarnoputri otonomi khusus ini harus dicabut kembali dan ada tuduhan bahwa PDP dihalang-halangi oleh oknum-oknum militer.


II. PEMBUNUHAN THEYS 


Pada tanggal 10 November 2001, Theys Hiyo Eluay diculik dan lalu ditemukan sudah terbunuh di mobilnya di sekitar Jayapura. Menurut penyidikan yang dipimpin oleh Kepala Kepolisian Daerah Papua Jenderal I Made Mangku Pastika, yang juga memimpin penyidikan peristiwa Bom Bali 2002, ternyata pembunuhan ini dilakukan oleh oknum-oknum Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Beberapa anggotanya,  antara lain pimpinan Letkol Hartomo, 

Yang menjabat sebagai Dansatgas Tribuana 10, sebuah Satgas Kopassus, yang bertugas di Jayapura. Theys dibunuh tanggal 10 November 2001 setelah sebelumnya diundang untuk merayakan Hari Pahlawan di markas satgas Kopassus serta Sopir Theys, Aristoteles, hingga saat ini kabarnya masih hilang.

Eluay akhirnya dimakamkan di sebuah gelanggang olahraga di tempat kelahirannya di Sentani pada sebuah tanah yang sudah dihibahkan oleh para Ondoafi suku. Pemakamannya dihadiri kurang lebih 10.000 orang Papua. Pada jalan raya antara Jayapura dan Sentani sebuah monumen kecil didirikan untuk mengenang pembunuhan ini.

III. HUKUMAN OKNUM-OKNUM KOPASSUS YANG MEMBUNUH THEYS

Berikutnya Letkol Hartomo dan anak buah yang dihukum antara lain:

1.Letkol.Inf. hartomo dituntut 2 tahun penjara

2. mayor. Inf. Donny Hutabarat dituntut 2 tahun 6 bulan

3. kapten. Inf. Rionardo dituntut 2 tahun penjara

4. lettu., inf. Agus Supriyanto dituntut 3 tahun plus usulan dipecat

5. sertu Asrial dituntut 2 tahun penjara

6. sertu Laurensius LI dituntut 2 tahun penjara

7. parka Ahmad Zulfahmi dituntut 3 tahun penjara plus usulan dipecat

Dari pengamatan yang dilakukan oleh SNUP selama persidangan pembunuhan Theys Hiyo Eluay yang berlangsung di pengadilan Surabaya :

Dua orang pelaksana lapangan dalam operasi penggalangan yang manyebabkan terbunuhnya Theys, yaitu Lettu Agus Supriyanto dan Praka Ahmad Zulfahmi dikenai tuntutan 3 tahun penjara dan diusulkan untuk dipecat, sedangkan letkol inf. Hartomo dan Mayor Inf Hutabarat sebagai atasan para terdakwa yang memerintahkan dilaksanakannya operasi dikenai tuntutan 2 tahun dan 2 tahun 6 bulan penjara.

 Ketujuh terdakwa yang dikenakan tuntutan subsider pasal 351 ayat 3 jo 55 yaitu penganiayaan yang mengakibatkan kematian, sedangkan dakwaan primer pasal 338 KUHP yaitu dengan sengaja merampas nyawa orang lain (pembunuhan), dinyatakan tidak terbukti oleh Oditur Militer.

Operasi penggalangan berasal dari surat perintah Danjen Koppasus Mayjen Amirul Isnaeni, tanggal 2 Februari 2001 kepada Komandan Satgas Markas Tribuana untuk melakukan operasi intelejen, penyelidikan, pegamanan dan penggalangan.

Satgas Tribuana di Bawah Kendali Operasi (BKO) Kodam Trikora, sehingga kendali Operasi dibawah Pangdam. Namun hal tersebut dibantah oleh Pangdam Mahidin Simbolon.

Menurut tuntutan Oditur Militer, hal yang memberatkan terdakwa adalah tidak

 dipecat namun hanya ditahan selama 3 tahun. Dunia Internasional mengecam pembunuhan Eluay ini.


VI. ADA TIGA HAL INDONESIA MENCDERAI HATI RAKYAT PAPUA TERHADAP PAHLAWAN THEYS ELUAY 


1. Negara Republik Indonesia menaikan pangkat dan memberikan sebuah penghormatan jabatan Mayjen Hartomo menjadi Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) karena berhasil membunuh Pemimpin Papua Dortheys Eluay pada 10 November 2021 dianggap sebagai wujud impunitas militer Indonesia, juga dianggap sebagai tanda tidak ada keadilan terhadap orang Papua. Hartomo diangkat menjadi Kepala BAIS berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI No. Kep/751/IX/2015 tanggal 16 September 2016, bersamaan dengan 34 rotasi jabatan lainnya di tubuh TNI, demikian seperti dilansir merdeka.com Senin, 19 September. Indonesia benar-benar mencederai hati Rakyat Bangsa Papua, hukum yang berlaku di Indonesia benar-benar sangat buta dan tuli buat orang Papua. 

Budi Hernawan, peneliti Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) di Jakarta, menanggapi penunjukan Hartomo sebagai Kabais dengan kecewa. “Ini akan mempertinggi tingkat ketidakpercayaan masyarakat Papua terhadap pemerintah, karena tidak mampu tegakkan hukum. Dia (Hartomo) itu kan sudah pernah divonis pecat, kenapa malah jadi Kabais?” ujar Budi kepada Jubi pada Rabu, 21 September.

Mayjen Hartomo yang sebelumnya menjabat Gubernur Akademi Militer (Akmil), pada tahun 2003 setelah berhasil membunuh Theys  (saat berpangkat Letnal Kolonel) dinaikkan pangkat lagi menjadi Mayor Jendral. Hartomo. 

2. Perubahan Nama Bandar Udara Sentani 

atau Sentani Airport) (IATA: DJJ, ICAO: WAJJ) diusulkan menjadi Bandar Udara Dortheys Hiyo Eluay adalah bandar udara (bandara) kelas IA yang terletak di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua,. Bandara ini berjarak kurang lebih 40 km dari pusat Kota Jayapura. Bandara ini merupakan bandara terbesar di Pulau Papua yang melayani penerbangan untuk wilayah Jakesa dan juga merupakan hub utama untuk menuju wilayah pedalaman Papua dan sejak tanggal 01 Januari 2020 dikelola oleh PT Angkasa Pura I. Tentunya pengamatan rakyat Papua Theys Eluay secara halus diundang oleh TNI pada 10 November 2001 kemudian dibunuh secara tidak terhormat oleh Negara Indonesia karena takut Papua lepas. Rakyat Papua anggap Jakarta baik jadi kasih Nama Bandara Theys Hiyo Eluay tetapi rakyat Papua anggap ini sebuah penghinaan. 

3. Pemindahan Makam Tokoh Besar Papua Theys Eluay oleh Pemerintah Daerah Kota Jayapura. Hal itu disampaikan Penjabat Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo ketika di konfirmasi usai pembukaan pekan jajanan yang dilaksanakan di lapangan apel Kantor Bupati Jayapura, Senin (06/05) sore.

Dicecar mengenai alasan mengapa makam tokoh besar Papua itu dipindahkan, Triwarno mengemukakan bahwa pemindahan makan itu bertujuan untuk penataan Kota Sentani yang jauh lebih baik.

“Terkait itu, dalam rangka penataan Kota Sentani. Kita ingin Kabupaten Jayapura khususnya Kota Sentani ini tampil dengan wajah baru yang lebih menarik dan lebih baik sehingga dalam pemanfaatan ruang yang sesuai dengan rencana tata ruang itu harus kita benahi” kata Triwarno ketika di konfirmasi media. 

Rakyat Bangsa Papua menganggap pembangunan jalan, jembatan dan penataan kota yang lebih baik serta menarik tidak akan menjamin merendahkan Isu Papua Merdeka yang terus-menerus bersuara tetapi justru  akan melakukan perlawanan yang sangat serius karena ini tentu menyangkut dengan harga diri dan jati diri orang Papua. Apa lagi Theys dianggap rakyat Papua sebagai pahlawan dan Tokoh yang sangat disegani. Setiap 10 November 2001 ini selalu diperingati. 

secara bijakasana kami Rakyat Bangsa Papua mengamati pada tahun 1963 melalui Komando TRIKORA berbagai atribut negara dimusnahkan oleh militer Indonesia demi menghilangkan jejak Negara West Papua yang sudah dideklarasikan pada 1 Desember 1961 dalam kurun waktu 7 tahun dari 1963-1969 PEPERA upaya Negara Indonesia supaya generasi berikut jangan mengingat kembali masa lalu. Hal serupa juga terjadi pemindahan Makam Tokoh Besar Papua Theys Eluay guna menghilangkan jejak  masa lalu yang terus-menerus diperingati. Anggap negara ini, masa lalu biar berlalu,. Jika ada yang menemukan kelakuan busuk Negara Indonesia terhadap rakyat Bangsa Papua oleh semua masyarakat Papua tentu ancaman serius bagi Indonesia. 

Saudara Penjabat Bupati Jayapura Triwarno Purnomo anda sedang memberikan rakyat Papua semangat serta perlawanan lebih gila terhadap pemerintah Indonesia. Tidak selayaknya memindahkan makam pahlawan tersebut sebaiknya makam tersebut sebagai monuman ketidakadilan Negara Indonesia terhadap Rakyat Papua terutama pemimpin kaum tertindas yang dihormati. 

V. KESIMPULAN

Indonesia Tidak mau jika rakyat Papua  tahu tentang sejarah masa lalu karena Indonesia gagal total merebut hati rakyat Bangsa Papua dengan berbagai pendekatan persuasif dan non persuasif  untuk meng-Indonesiakan orang Papua. Seperti Pemindahan Makam Theys Upaya Menghilangkan jejak kebiadaban, kemunafikan Negara supaya jangan ada generasi berikut tahu tentang kelakuan Negara. Jika generasi berikut tahu tentang kelakuan Indonesia akan perlawanan yang serius sehingga Papua akan lepas dan Indonesia tentu jatuh miskin inilah perhitungan Negara. 

Indonesia sudah kawin lari dengan Papua, tidak bayar mas kawin, tidak menjamin kami dengan baik sementara Indonesia masih naik diatas perut Serta menguras kekayaan alam kami.

Demikian Artikel Pemindahan Makam Theys Hiyo Eluay.





Tidak ada komentar:

Jenis2 Anjing di Rumah Penjajah:

  Jenis2 Anjing di Rumah Penjajah:  Anjing pertama yang dilatih adalah anjing rumah (Lap Dog). Ia belajar duduk manis di lantai licin, menji...