![]() |
| Sohopma Silimo |
HERMENEUTIKA
"PERBEDAAN KASIH AGAPE DAN KASIH PHILIA."
Selediki kata “kasih” (agape, Philia) dalam Yohanes 21:15-18; bagaimana dalam bahasa Yunani menggunakan dua kata (agape, Philia), sedangkan dalam bahasa Indonesia menggunakan satu kata, “Kasih” bagaimana hal ini mempengaruhi pengertian sudara tentang kisah ini.
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kasih setia merupakan padanan kata Ibrani khesed. Paling banyak muncul dalam Mzm. Di tempat-tempat lain khesed diterjemahkan ‘belas kasihan’, ‘kemurahan hati’, dan ‘kebaikan’. Banyak terjemahan telah dikemukakan, antara lain ‘kasih yang jujur’ (G Adam Smith), ‘kesalehan’ (C. H Dodd), ‘solidaritas’ (Koehler-Baumgartner) dan ‘kasih perjanjian’ (N Snaith). Asal usul etimologisnya tidak jelas. Suatu penyelidikan mengenai ayat-ayat di mana kata itu dijumpai (mis Mazm 89), mengungkapkan bahwa kata itu sangat erat hubungannya dengan dua pengertian, yaitu ‘perjanjian’ dan ‘kesetiaan’. Artinya mungkin dapat dirangkum sebagai ‘kasih yang mantap teguh atas dasar perjanjian yang telah dibuat’. Arti ini digunakan untuk menggambarkan baik sikap Allah terhadap umat-Nya maupun sikap umat Allah terhadap Dia.
Kata agape menunjuk pada kasih yang sifatnya tulus. Tidak mengharapkan balas jasa. Kasih yang tidak bersyarat. Kasih Agape adalah kasih yang rela mengorbankan dirinya bagi orang yang dikasihi. Rasul Paulus menjabarkan arti kasih agape ini dalam I Korintus 13: 4-7 sebagai berikut, Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu, ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong…” Karya Kristus Yesus merupakan perwujudan dari kasih agape ini.
Sedngkan kasih Philia adalah kasih persahabatan atau kasih persaudaraan. Kasih ini terbatas pada hubungan sahabat dan sifatnya bersyarat, yaitu akan mengasihi apabila dikasihi, menghormati apabila dihormati.
BAB II
PEMBAHASAN
Kasih Allah terhadap manusia sudah dimulai sejak penciptaan, yaitu kasih secara langsung dari Allah kepada Manusia (Adam ) bahkan manusia pun mengasihi kepada sang Bapa. Artinya Pada waktu Allah menciptakan Manusia dari debuh tanah Ia menempatkan manusia itu di taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu, Kej 2:15. Dan selanjudnya TUHAN berfirman: semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, jangan kau memakan buahnya, ay Kej 2:17). ALLAH dengan penuh kasih-Nya, Ia memberikan kewenangan Penuh untuk merawat taman itu, serta mendapatkan jaminan hidup selama mereka berada dalam taman itu.
Menurut kitab PL ALLAH juga mengasihi kepada orang – orang yang dekat dengan-Nya, seperti Henokh yang bergaul dengan Allah. Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakan Metusalah, Kej 5:21). Ketika Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun, setelah ia memperanakan Metusalah dan anak-anak laki – laki dan perempuan, ay Kej 5:22. Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun, lalu ia tidak ada lagi di bumi ini karena ia telah diangkat Allah, Kej 5:23-24. Abraham hidup bergarif dengan Allah, (kej 17:22). Janji terbesar dalam Alkitab, ialah AKU MENJADI ALLAHMU,” hakikat dan realitas perjanjian Abraham ialah Allah yang memberikan diri-Nya, ay 2. Janji Allah untuk “ menjadi Allahmu” janji pertama yang melandasi semua janji lainnya. Allah dengan kasih-Nya, Ia mengasihi kepada para Bapa – bapa Patriakh lainnya, dan termasuk Umat-Nya, Israel. Ia membebaskan Umat-Nya dari Mesir hingga menuntun selama di padang gurun empa ratus tahun lebih hingga sampai ke tanah perjanjian-Nya, Kanaan. Israel adalah harta kesayangan Allah, Ul 4:10; Am 3:2;9:7, Israel memiliki hubungan yang unik dengan Allah karena Dia adalah penebus mereka. Kasih-Nya, itulah yang dapat dinyatakan secara Khusus kepada umat Israel, sebagai harta kesayangan-Nya. Hubungan terkhusus atau tertentu, Israel dengan Allah, bahkan Dia pun menjadi sebagai Bapa atas Umat Israel. Bangsa itu juga harus menjadi “kerajaan Imam” mereka dipisahkan dan di khususkan pelayanan Allah, ay 1Petrus 2:5-9; Wahyu 1:6; 5:10; 20:6). Bangsa yang khusus, bagi Allah atau bangsa yang dipisahkan dari cara – cara fisik.
Penyelidikan
Yohanes 21:15-18
Setelah makan bersama, Yesus bertanya kepada Petrus. Pertanyaan Yesus di dalam bahasa Yunani adalah seperti demikian: “apakah engkau mengasihi Aku (agapas me) lebih daripada semua ini (pleon touton)?” Pertanyaan yang tidak main-main. Yesus menuntut murid-murid-Nya untuk mempunyai komitmen kepada Kristus dan Kerajaan Allah yang lebih besar daripada komitmen apa pun yang pernah atau akan dibuat oleh mereka. Kasih kepada Allah yang disertai dengan komitmen untuk mengutamakan Allah sebagai yang dikasihi lebih daripada apa pun merupakan bagian dari perjanjian dengan Tuhan sejak dari zaman Perjanjian Lama.
BYZ. Yoh 21: 15 οτε ουν ηριστησαν λεγει τω σιμωνι πετρω ο ιησους σιμων ιωνα αγαπας με πλειον τουτων λεγει αυτω ναι κυριε συ οιδας οτι φιλω σε λεγει αυτω βοσκε τα αρνια μου.
Kalau melihat dari sudut kesetiaan Rasul Yohanes malahan ia lebih mengasihi dan akrap kepada Tuhan Yesus; namun Tuhan Yesus lebih cendenrung menanyakan kepada Petrus, “ apakah engkau αγαπας mengasihi Aku,” kata ini hubungan erat dengan penyangkalan Petrus trehadap Tuhan Yesus tiga kali. Dalam hal ini yang paling pokok ialah setiap orang – orang percaya harus wajib mengikuti Yesus dan tidak memikirkan keadaan atau status orang lain. Maka hubungan Petrus dan Tuhan Yesus harus dibereskan, yaitu bagimana mereka saling melengkapi, (tidak ada persaingan diantara mereka untuk menjadi pemimpin agama Kristen). Hal ini memperjelaskan bagimana identitas murid yang dikasihi Tuhan harus jelas saat bersama-sama dengan Dia. Sebab hubungan Petrus bagamana ia mengasihi Tuhan dengan kasih phileō. Berarti Tuhan juga memberi perintah supaya kita mengasihi Dia sebagai sahabat dekat, karena Allah kita selain Allah yang Trasenden (yang jauh dan tidak bisa dijangkau), Allah juga Allah yang Imanen (Allah yang dekat dengan kita), Jadi Allah tidak selalu memakai kasih agape. Bahkan dalam ayat ini dengan jelas bahwa kita dituntut untuk mengasihi Allah kita dengan kasih sebagai seorang sahabat (phileo). Selalu terus menerus membangun suatu relasi kita dengan Tuhan melalui persekutuan Khusus kepada-Nya. Jadi, pertanyaan kedua dan ketiga kali merupakan menambah suasana hikmat dalam percakapan ini. Dalam hal ini Yesus juga memberikan kesan bahwa Ia sedang memeriksa hati Petrus sedalam – dalamnya. Ungkapan yang lebih dari pada mereka yang lain artinya tidak mengulang dalam ayat-ayat selanjudnya. Setiap pertanyaan – pertanyaan tampak di telingah Petrus sebenarnya merujuk pada “kasih persaudaraan, Fileo” kita semua orang – orang percaya memiliki kasih pribadi dari hati bagi Yesus dan pengabdian kepada-Nya. Sebenarnya yang muncul disini bukan menggunakan kata bendah (Kasih) tetapi kata kerja yaitu “mengasihi” karena ayat yang lebih terpopuler Yohanes 3:16, menjelaskan begitu Allah mengasihi dunia, kata kerja ini, ((((((, agapao. Ternyata puncak percakapan antara Nikodemus dengan Tuhan Yesus hampir sama dengan Petrus. Sehingga pengembangan pokok ini dapat menguaraikan bahwa memang Allah mengasihi kita dengan kasih yang spontan dan tidak tergantung kepada sikap dan kelakuan kita, tetapi kebenaran ini tidak terkandung dalam kata, ((((((, agapao karena istilah yang sama dipakai untuk menceriterakan kasih Allah dan kasih manusia, (((((, Fileo. Kadang juga dikatakan bahwa kasih ((((((,agapao, sedangkan kasih ((((( filio adalah aksih yang bersyarat, namun keduanya dipakai mengenai kasih yang bersyarat, yaitu ((((((, agapao dalam pasal 10:17 dan ((((( Filio pasal 16:27. Demikian juga kadang dikatakan bahwa kasih ((((((, agapao adalah kasih yang mulia, yang sifatnya ilahi, sedangkan kasih (((((, fileo adalah kasih manusia, tetapi dalam pasal 3:19, manusia mengasihi sesama saling mengasihi; saling mencintai; saling menyayangi:, ((((((, agapao kegelapan, suatu kasih yang sama sekali tidak ilahi. Setelah mengamati semuanya ini, kedua kata ini semuanya artinya yang sama.
Bahasa Yunani dari kata kasih dalam ayat diatas adalah êgapêsen yang merupakan kata kerja - dalam bentuk aorist active indicative - third person singular, kata ini berasal dari kata αγαπαω - 'AGAPAÔ', mengasihi. αγαπη – AGAPÊ. Allah telah lebih dahulu mengasihi kita, dengan Kasih-Nya melalui Yesus bagi kita. Maka kita yang taat pun mengasihi Dia, seperti Allah mengasihi kita, bukan hanya dengan terbatas teori saja, wujud kasih itu adalah bahwa Tuhan Yesus dan Allah Bapa akan datang kepada mereka yang menuti firman-Nya, dan lagi pula mereka akan diam bersama- sama dengan orang itu. Orang – orang yang tidak mengasihi Yesu, ia tidak menuruti firman-Ku, Yoh 14:24). Kebenaran ini penting dan berasal dari Allah Bapa. 1Yoh 3:16 Dengan jalan inilah kita mengetahui cara mengasihi sesama, Fileo: Kristus sudah menyerahkan hidup-Nya untuk kita. Sebab itu, kita juga harus menyerahkan hidup kita untuk saudara-saudara kita! Kiasan kasih seperti saudara, melainkan kasih dari mereka yang disatukan dalam persaudaraan Kristen (adelfotes,1Pet 2:17; 5:9; bnd kata sifat filadelfos, 1Pet 3:8). Di luar tulisan-tulisan Kristen (mis 1 Makabe 12:10, 17) filadelfia hanya dipakai bagi orang dari satu keturunan. Dalam PL, ‘saudara’, seperti juga ‘tetangga’, berarti ‘rekan Israel’ (Im 19:17 dst; bnd Kis 13:26). Yesus meluaskan arti kasih kepada sesama manusia ( Mat 5:43-48; Luk 10:27-37), tapi Ia juga menetapkan kasih khusus antara sesama Kristen yang dimaksudkan oleh kata filadelfia (bnd Rom 8:29), karena Ia menyebut pengikut-Nya adalah saudara-Nya (Mr 3:33 dst; Mat 28:10; Yoh 20:17) dan mereka bersaudara semua (Mat 23:8;Luk 22:32).
Dalam Kitab PB muncul disana, ada tiga obyek "mengasihi" yaitu :
Luk 10:27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Jadi ada tiga obyek mengasihi yang Firman Tuhan ajarkan, yaitu:
Mengasihi Tuhan Allah. Hal ini perintah yang pertama dan yang terutama, yang harus kita lakukan. Allah sudah terlebih dahulu mengasihi kita, untuk itulah kita harus mengasihi Allah.
Mengasihi sesama manusia. Mengasihi sesama manusia, mungkin adalah hal yang mudah kita lakukan, tetapi bagaimana mengasihi sesama yang jahat kepada kita? Tentu hal ini sangat sulit, tetapi Firman Tuhan dengan tegas mengatakan, kita harus mengasihi kepada mereka yang membenci kita, walaupun mereka membenci.
Mengasihi diri-sendiri. Mengasihi diri sendiri sering terlupakan, karena memang tidak secara langsung Alkitab mencatatnya. Mengasihi diri sendiri bukan berarti mementingkan kepentingan diri sendiri, tetapi lebih kepada penerimaan diri, Karena masih banyak orang yang tidak bisa menerima dirinya sendiri dari fisik, latar belakang keluarga, kemampuan, dll.
Semua orang yang beriman sungguh kepada Kristus Yesus harus mengasihi sesame saudara seiman, 1Tes 4:9-10) dengan kasih sungguh – sungguh, penuh kemurahan, dan kelemah lembutan. Kita harus saling menghormati, menghargai sungguh-sungguh hal- hal yang baik dari semua orang – orang percaya, (Yoh 13:34-35). Hal ini adalah sebuah hubungan yang berlaku diantara anggota – anggota jemaat, Roma 12:10). Kasih Kristus terhadap anak – anak merupakan contoh yang patut diteladani, Ef 5:1-2). Dalam praktik kasih timbale balik ini merupakan bukti Iman yang sejati, 1Yoh 2:9-11). Kasih adalah pokok utama dalam tulisan Yohanes dan kasih timbale – balik antara bapa dan Anak, Yoh 16:28. Harus tercermin dalam kehidupan para murid, Yoh 17:26; pada akhir injil Yohanes Petrus membalikan ketiga penyangkalannya terhadap Yesus dengan tiga pernyataan kasihnya kepada Yesus. Surat – surat Yohanes tetap mempertahankan keutamaan kasih (tidak ada perintah baru, 1Yoh 2:7).
AGAPAÔ/AGAPE,: artinya kasih yang tanpa perhitungan dan tanpa peduli orang semacam apapun yang dikasihinya. Ayat yang terkenal, yaitu Yohanes 3:16. PHILEÔ: berarti kasih sayang yang sejati antar sahabat dekat. Sebaiknya prasaan ini harus kita terima kisah – kisah mengenai hubungan Petrus dengan Tuhan Yesus sebagai pelayaran Rohani bagi kita masing – masing. Dan perkataan ini sungguh menolak preasaan irihati, serta kebiasaan untuk membandingkan orang – orang lain, yang di luar kehendak Tuhan Yesus. Ayat Yohanes 21: 18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." Dalam pasal 13:36; Tuhan Yesus menjawab Petrus dengan berkata: “ ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.” Nas ini merupakan nubuatan yang kedua mengenai kematian Petrus. Karena pakaian mereka berjela – jela, sebelum mereka keluar jalan – jalan, mereka mengikat pakaian itu dengan ikat pinggang supaya lebih mudah berjalan. Ekspresi ini menunjukan bahwa seseorang yang bebas berjalan kemana saja.
Sebagai bandingan dengan keadaan Petrus waktu dia masih muda, ada ekspresi yang agak samar – samar yang diartikan dalam ayat berikut. Sesudah Petrus menjadi tua, dia hanya mengulurkan tangannya. Dan menurut beberapa bapa gereja awal, penyataan ini merujuk pada kisa penyaliban. Tampaknya ungkapan orang lain akan mengikat engkau merujuk pada kebiasaan bahwa orang yang di salibkan di haruskan memikul bagian Salib yang horizontal sampai menuju kepada tempat penyaliban. Ungkapan membawa engkau ke tempat tidak kau kehendaki merujuk pada waktu Petrus dipaksa memikul kayu Salib bagian horizontal ke tempat penyaliban. Orang lain mengikat Petrus dengan ikat pinggang pada waktu Petrus di ikat pada Salib itu. Menurut Tertullian, Petrus di salib di Roma pada waktu Nero bertahkta sebagai Kaisar. Menurut Eusebius, origen berkata bahwa Petrus di Salibkan dalam posisi kepala diBawah, (tampaknya karena dia merasa tidak layak di salibkan sama seperti Tuhan Yesus).
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan. (I Korintus 13:4-8a)
BAB III
Kesimpilan
Kedua kata kasih yaitu “agape dan Filio” merupakan dua unsur kata yang berbedah penyebutan, tapi sama tujuannya, yang sering paling menonjol dalam kitab Yohanes, dan 1-3 Yohanes adalah tentang Kasih Agape, semuanya menuju pada hakekat Allah yang sempurna. Dan kasih agape juga tekanannya selalu bermuarah kepada kasih Tuhan Allah kepada kita melalui karya Tuhan Yesus Kristus. Sedangkan kasih Filio muncul di kitab Yohanes 21:15…. Adalah hubungan persahabatan Tuhan Yesus dan Petrus, sebagai tali persahabatan yang akrap untuk menjadi pengikut-Nya atau disebut rasul-Nya. Bahkan kasih agape dan kasih filio terjadi timbal balik yaitu Tuhan Allah memberikan Anak-Nya kepada kita yaitu Kasih Agape, agapao sedangkan filio ialah dimana dalam persahabatan saat Rasul Petrus dan Yesus makan bersama waktu itu, Yesus Lebih menyelidiki hati Petrus, apakah benar – benar ia mengasihi Yesus atau tidak.
Jadi kasih agape dan Filio sebenarnya sama arti, yaitu saling mengasihi, persahabatan yang erat, atau persaudaraan yang utuh. Hubungan persahabatan adalah sebuah mata rantai yang tidak dapat dipisahkan yaitu yang sering ditunjukan melalui sikap dan tindakan yang baik. Karena persahabatan adalah sebuah nilai yang sangat baik untuk saling memperlengkapi dalam setiap kebutuhan dan kekurangan; Amsal 17:17 seorang sahabat menaruh kasih setipa waktu, dan menjadi seorang sudarah dalam kesukaran. Perjanjian antara rasul Petrus dan Tuhan Yesus adalah sesuatu yang tidak mudah dipisahkannya, dan pada akhirnya juga Rasul Petrus ikut di salibkan di Roma dengan pandangan kepada menuju ke bawa. Itu sebabnya Yesus memberikan atau menaruh kasih kepada rasul Petrus.
DAFTAR PUSTAKA
___________ (LAI) Lembaga Alkitab Indonesia 2013
______ALKITAB PENUNTUN, HIDUP BERKELIMPAHAN “Full Life Istudy Bible” 2000
SABDA (OLB – Versi Indonesia 4.30)
Browning F. R. W :KAMUS ALKITAB, Dictionary Of The Bible: Paduan Dasar Ke Dalam Kitab – Kitab, Tema, Tempat Tokoh, Dan Istilah Alkitab, 2002.
Newman JR Barclay M.. KAMUS YUNANI – INDONESIA Untuk Perjanjian Baru.. 2002
MORRIS LEON : TEOLOGIA PERJANJIAN BARU. 1996.
HAGELBERG DAVE: Tafsiran Injil Yohanes Pasal 13 – 21 Dari Bahasa Yunani 2004
HAGELBERG DAVE: Tafsiran Injil Yohanes Pasal 1 – 5 Dari Bahasa Yunani 1999
HAGELBERG DAVE: Tafsiran Injil Yohanes Pasal 6 –12 Dari Bahasa Yunani 2001
Oleh :
Nama :Otniel Silak
NIM : 20120707
Tingkat/Semester : IV/II
Malang, Mei , 2020


Tidak ada komentar:
Posting Komentar