KEBOBROKAN PERDAGANGAN DI JAYAWIJAYA
_(Yunus Lengka)_
Seluruh tatanan kemanusiaan semakin rusak demi UANG. Perdagangan dalam segala bidang dari berbagai suku yang dilakukan di Wamena sudah tid
ak jujur. Abaikan aturan, standar ukuran, norma, akhlak, etika sedang hancur.
Ada beberapa kejanggalan yang terjadi:
1. BERAS.
Setiap tokoh/kios yang menjual Beras isinya semua meleset/miring dari ukuran standar (normal). Karung yang tertulis: 50 Kg, 20 Kg, 10 Kg, 5 Kg bahkan timbangan 1 Kg semuanya tidak pass. Semakin ke pinggiran kota, semakin parah. Hari libur ini idul adha, Yang buka orang Kristen bahasanya halus "sudah ditimbang, isinya pas 20 Kilo kk" ternya sampai dirumah timbang ulang kurang 3 kilo (isinya 17 kilo saja). Setelah bawa balik, seenaknya percaya diri tutup dengan kata-kata "minta maaf kk".
Demikian juga di Kimbim saya beli 10 Kilo isinya 7 kilo, diminta timbang ulang marah-marah, setelah ditimbang ketahuan kurang 3 kilo tambah marah lagi.
2. BAHAN BAKAR MINYAK (BBM).
BBM yang harganya sudah mahal luar biasa, masih saja atur berbagai cara untuk mengurangi isinya supaya untuk besar dan cepat. Perasaan bersalah terhadap pembeli yang dirugikan tidak timbul (sudah rusak). Takarannya sudah dibuat kecil, masih toki alasnya keatas supaya isinya sedikit. Jerigen yang isinya 4 liter minyak goreng mubarok susun isi solar dibilang 5 liter.
3. Barang kadaluarsa juga masih di jual.
Bukan soal kendalah transportasi udara, darar ataupun laut, tapi masih tidak jujur dengan barang dagangan yang sedang dijual. Malahan para konsumen pun sering mengalami masalah pada tubuh karena faktor barang yang kadarluasa. Sering kali para pedagang memikirkan soal pengorbanannya tapi, tidak mikir soal pelanggannya. Bahayanya adalah alakadarnya itu sudah tidak berfungsi namun masih menjual, bahkan harga pasarannya pun melonjak tinggi sekalipun kadarluasa.
4. SAYURAN-UMBIAN
Ajaran ini sudah ditiru dan menyebar ke berbagai tempat perdagangan. Sayur-sayuran dan umbi-umbian yang di pasar sudah dimulai, diluar tutup yang bagus², bagian dalam yang jelek.
5. KAYU
Penjual kayu balok, yang bagus diluar, yang ada lubang, miring, jelek bagian dalam. Apa lagi yang ukuran 5x5 diikat terlihat lurus, begitu dibuka miringnya terlihat parah.
6. MADU
Madu yang dijual sudah tidak murni lagi, oknum tertentu dijual dengan campuran yang tidak seharusnya.
7. WARUNG
Telur goreng digoreng berulang-ulang, asal perbaiki di bagian luar agar kelihat baik, tertarik, padah di dalam ada ulat, sudah keras, tidak layak makan. Ikan, dll juga dipanaskan berkali².
_Setelah saya melihat contoh-contoh diatas saya bertanya:_
1. Orang yang melakukan ini sudah sangat serakah dengan uang sehingga menyebabkan fungsi bagian kemanusiaan yang terpenting sudah lumpuh (uang hancurkan tatanan hidup atau nilai kemanusiaan).
2. Orang-orang ini terlihat fanatik dengan agama tapi hidup mereka tidak dibentuk dari ajaran agamanya atau benar-benar sudah dirusak oleh setan sehingga agama hanya label atau mungkin sumber (pengajarnya) juga sudah rusak sehingga ajaran rusak sampe ke pembisnis ini.
3. Pemerintah daerah sama sekali lumpuh mengendalikan sistem perekonomian yang sehat, mungkin juga pikir pribadi atau disumbat dengan uang sehingga dibiarkan hancur.
4. Ataukah pembeli dan penjual sama² serakah jadi sulit baku lihat ketimpangan yang terjadi ini. Penjual ditegur malah marah, pembelih sudah buta cara beli mala dimanfaatkan.
HARAP PEMBELI LEBIH BIJAK, PENJUAL BERTOBAT DARI KESERAKAHAN DAN KEBUSUKANMU.

